Trima kasih mengunjungi blog kami!

Para pengunjung yth. semua isi blog ini ditulis atau disusun atas kemauan pribadi. Itu berarti blog ini berisi aneka pendapat, pemahaman, persepsi pribadi, dan pemikiran pribadi atas lingkungan kerja dan hidup sekitarnya. Harapan kami isi blog ini bermanfaat bagi pengunjung yang memerlukannya. Salam, GBU.
Tampilkan postingan dengan label direktorat jenderal bimbingan masyarakat Katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label direktorat jenderal bimbingan masyarakat Katolik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 06, 2024

Kemenag Harapkan Transformasi STAKat Negeri Pontianak Menjadi Institut pada September 2024

Pontianak, DBKat – Direktur Jenderal Bimas Katolik, Suparman mengharapkan transformasi Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak menjadi institut dapat diwujudkan sebelum Oktober 2024.

Harapan tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi terkait Transformasi STAKat Negeri Pontianak bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama pada Selasa, 26 Maret 2024 di Kampus STAKat Negeri Pontianak.

“Saya berharap transformasi STAKat Negeri Pontianak dapat diwujudkan maksimal bulan September 2024. Ke depan, kehadiran PTK Katolik negeri ini harus menjadi centre of excellence SDM yang beriman Katolik, unggul dan militan”, ungkap Dirjen disaksikan semua peserta rapat.

Untuk itu, Suparman berharap agar semua pemenuhan persyaratan dalam rangka transformasi PTK tersebut segera dipenuhi di bawah kepemimimpinan Ketua STAKat Negeri Pontianak. Ia meminta sivitas akademika di penguruan tinggi keagamaan Katolik tersebut melakukan Analisa SWOT (strength, weakness, opportunity dan threats).

Menurutnya, dalam konteks kekuatan, STAKat Negeri Pontianak berbasis keimanan atau keagamaan Katolik, untuk itu kehadirannya dapat menguatkan nilai-nilai keimanan atau keagamaan di tengah memudarnya nilai-nilai keagamaan di era sekarang.

Dalam konteks kelemahan SDM, Suparman mengajak agar Ketua STAKat mengajukan nama-nama dari sivitas akademika untuk mengikuti program beasiswa LPDP (Lembaga pengelola dana Pendidikan) atau BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit) dari Pemerintah. Menurutnya, ini merupakan kesempatan yang baik, karena ada kuota 10 orang untuk mengikuti program tersebut.

Dalam konteks peluang, PTK Katolik Negeri ini menjadi harapan dalam pembentukan karakter insan unggul dan handal di tengah masyarakat.

 Update Persiapan Transformasi

Menanggapi harapan tersebut, Ketua STAKat Negeri Pontianak, Sunarso menyampaikan bahwa persiapan transformasi menjadi institut terus berproses. Pemenuhan persyaratan yang sedang dilakukan yaitu penambahan 3 (tiga) program studi, penyelesaian urusan jabatan akademik Lektor Kepala, peningkatan peringkat akreditasi dan pemenuhan lahan. Ia juga menyampaikan terima kasih dan mengharapkan dukungan kepada Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selama proses transformasi ini.

Hal senada disampaikan Kepala Sub Direktorat Pendidikan Tinggi Katolik, Yuvensius Sepur. Ia menjelaskan bahwa update persiapan transformasi sedang berproses yaitu penyelesaian revisi PMA Nomor 81 Tahun 2022 dan pemenuhan Lektor Kepala.

Ia menambahkan, penilaian  usulan penambahan 3 (tiga) program studi yaitu Prodi Pastoral, Teologi dan Konseling Pastoral sudah selesai. Prodi Teologi dan Pastoral dinilai sudah memenuhi akreditasi minimum. Prodi Konseling masih perlu disempurnakan terutama rekrutmen dosen berlatar Pendidikan psikologi atau konselor.

Sementara itu, Bapak Ferry Ferdiansyah, Perencana Ahli Madya dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyampaikan apresiasinya atas kemajuan yang dicapai STAKat Negeri Pontianak. Terkait berbagai kekurangan termasuk lahan dan Pembangunan Gedung, ia menegaskan bahwa Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bisa menjadi penghubung kepada Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang).

Transformasi STAKat Negeri Pontianak menjadi institut merupakan salah satu dari empat program prioritas dan strategis yang diperjanjikan Dirjen Bimas Katolik dengan Menteri Agama. Ketiga program lainnya adalah: percepatan status SMAK Negeri Ende menjadi SMAK unggulan; Percepatan dan penyelesaian izin rumah ibadah yang bermasalah; dan Membuat Kitab Suci ramah. disabilitas dalam bentuk Braille, Audio Book, dan Bahasa Isyarat.

Dalam rapat koordinasi ini hadir Direktur Pendidikan Katolik dan jajarannya, pejabat struktural STAKat Negeri Pontianak dan jajarannya, dan ASN dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Pormadi)

Senin, November 10, 2014

Beberapa Catatan Sidang Tahunan KWI 2014



Beberapa hal terkait  informasi sementara tentang Sidang KWI 3-13 November 2014:
1.      Sidang KWI berlangsung dari 3-13 November 2014
2.      Acara pembukaan pada 3 November 2014: Sidang dibuka oleh Ketua Presidium KWI, MGr. Ignatius Suharyo, dihadiri oleh 36 Uskup, dihadiri juga oleh Dubes Vatikan untuk Indonersia, Mgr. Antonio Guido Filipazzi, Dirjen Bimas Katolik yang diwakili oleh Sesditjen Bimas Katolik, Agustinus Tungga Gempa, utusan PGI yang juga Sekum PGI oleh Pendeta Gomar Gultom, dan juga dihadiri oleh Yulius Kardinal Darmaatmadja SJ.

Ketua Presidium KWI dalam sambutannya mengajak semua Uskup dari seluruh Indonesia untuk berkaca pada semangat pembaruan yang kini tengah hangat-hangatnya dihidupi oleh Paus Fransiskus: sosok Gereja yang keluar dari lingkungan zona amannya sendiri dan pergi serta datang menjumpai masyarakat manusia.

Dirjen Bimas Katolik yang diwakili oleh Sesditjen Bimas Katolik mengulas beberapa poin yang menjadi harapan Bapa Suci sebagaimana tersaji dalam dokumen Evangelii Gaudium. Inilah visi baru gereja dalam duniamodern. Gereja menjumpai manusia.

Pendeta Gultom mengajak semua peserta untuk merefleksikan kesiapan Gereja dalam menghadapi revolusi mental yang sedang dihidupi dan menjadi model kepemimpinan Presiden. Ajakan revolusi mental sudah menjadi bagian dari seruan Surat Paulus kepada umat di Roma 12:2, “…berubahlah oleh budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Nuncio Vatikan, Mgr. Antonio Guido Filipazzi mengatakan KWI dan perwakilan kepausan sama-sama melayani Gereja Katolik di Indonesia. Ia juga mengharapkan agar pelayanan bersama ini dapat terlaksana dengan baik.

3.      Tema Sidang KWI: mempelajari Seruan Apostolik “Evangelii Gaudium” (sukacita Injil) yang diterbitkan pada 24 November 2013.
4.      Tujuan sidang: agar Gereja Katolik tetap melanjutkan upayanya untuk mencari dan melaksanakan cara baru menjadi Gereja Katolik Indonesia. Dengan pembelajaran ini KWI akan menyampaikan pesan Sidang Tahunan KWI 2014: “Mewartakan Sukacita Injil” kepada seluruh umat Katolik. Dengan mempelajari  Seruan Apostolik “Sukcita Injil” diharapkan Gereja menjadi sukacita bagi seluruh warga dan masyarakat.
5.      Sidang 6-13 November 2014: Sidang Tahunan ini diisi dengan penyajian Laporan-laporan Komisi, Lembaga, Sekretariat, dan Departemen (KLSD) KWI.
6.      Pesan Natal bersama hasil pembicaraan bersama PGI dan KWI: “Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga
7.      Pada 8 November 2014: Konferensi pimpinan Tarekat-Tarekat di Indonesia (KOPTARI) berencana mengisi tahun 2015 sebagai Tahun Hidup Bakti. Tema Tahun Hidup Bakti 2015 adalah: “Mensyukuri dan Memberi Kesaksian tentang Keindahan Mengikuti Kristus sebagai religius”. KOPTARI berharap agar KWI menerbitkan Surat Gembala Menyongsong Tahun Hidup Bakti 2015.
8.      Minggu, 9 November 2014, para Uskup merayakan Ekaristi di Gereja Santo Matias Rasul Kosambi, untuk mendukung Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari (GOTAUS)
9.      Ada wacana apakah  Asian Youth Day 2017 akan disatukan dengan Indonesian Youth Day yang akan diadakan di Manado tahun 2017.
10.  Sidang KWI akan berakhir pada Kamis, 13 November 2014 dan ditutup dengan Misa perayaan syukur 90 tahun KWI.

Sumber: diolah dari berbagai sumber
Powered By Blogger