Trima kasih mengunjungi blog kami!

Para pengunjung yth. semua isi blog ini ditulis atau disusun atas kemauan pribadi. Itu berarti blog ini berisi aneka pendapat, pemahaman, persepsi pribadi, dan pemikiran pribadi atas lingkungan kerja dan hidup sekitarnya. Harapan kami isi blog ini bermanfaat bagi pengunjung yang memerlukannya. Salam, GBU.

Selasa, November 08, 2016

Perkembangan Masalah Rumah Ibadah di Aceh Singkil

Penanganan rumah ibadah di Kabupaten Aceh Singkil sudah membaik dan kondusif. PPemerintah bersama jajarannya sudah bersinergi mengupayakan dialog dan komunikasi.

"Karena penanganan yang baik dan kondusif, maka sekarang tidak ada lagi konflik susulan. Pemerintah berkoordinasi dengan pihak Pekerjaan Umum (PU) menyediakan lahan dengan mempertimbangkan persentasi pertumbuhan umat dalam 10 tahun mendatang. Masalah tower (red. Menara gereja) tinggal menunggu hasil kajian PU", demikian ditegaskan Azmi, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil ketika membuka rapat koordinasi penanganan konflik pendirian gereja Kristen dan Katolik yang diprogramkan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia di kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (4/11/2016).

Lebih lanjut, Sekretaris Bupati Aceh Singkil menginformasikan bahwa "konflik pendirian rumah ibadah ini sudah terjadi sejak 1979. Pada tahun 2007-2008 terjadi konflik karena sebagian masyarakat memprotes adanya rumah ibadah Kristen dan Katolik tanpa surat ijin. Pada tahun 2015 pemerintah melakukan melakukan penertiban rumah ibadah, dari 24 rumah ibadah yang ada, akan disisakan sebanyak 12 rumah ibadah  dengan rincian 1 sudah ada ijin dan 11 belum memiliki ijin. Kesepakatan ini dicapai setelah dilakukan koordinasi dan dialog, rumah ibadah akan diberikan. Ijin ke-11 rumah ibadah   tersebut akan diberikan segera setelah pemilihan kepala daerah serentak Februari 2016". 

Asisten Deputi Menko Polhukam, Yanto Tarah mengharapkan agar konflik pendirian rumah ibadat dikelola dengan baik, karena hal ini merupakan isu SARA yang gampang menggerakkan massa. 

"Msalah SARA ini sangat senstif, yang bisa menggerakkan ribuan orang. Masalah SARA ini perlu dikelola. Penanganan konflik di Aceh berbeda dengan di luar Aceh. Sebagai aparatur negara, kita digaji untuk melaksanakan tugas dan fungsi kita sesuai dengan peraturan perundang-undagan yang berlaku," tegas Yanto

Sementara itu Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia yang melibatkan Bimas Katolik dalam rapat koordinasi semacam ini. Ia juga mengucapkan terimakasih atas kerja keras semua unsur aparatur negara. 

"Saya merasa bahagia karena masalah pendirian rumah ibadah sudah kondusif. Luar biasa kerja keras aparat negara di Kabupaten Aceh Singkil. Saya perlu juga menyampaikan bahwa bagi umat Katolik, ada kewajiban berdoa dalam rumah ibadah seperti merayakan hari Minggu, Hari Natal, dan hari-hari lain yang disamakan dengan hari Minggu. Selain itu, mohon dipahami bahwa umat Katolik kadang melaksanakan ibadah di rumah umat secara bergantian, seperti ibadah arwah, doa lingkungan, dan acara keluarga dan lain sebagainya. Mohon pemerintah daerah mensosialisasikan agar tidak terkesan umat menjadikan rumah tinggal sebagai rumah ibadah", tegas Sihar Petrus Simbolon.

Rapat koordinasi yang berlangsung dalam suasana sejuk tersebut dihadiri  unsur Pemerintah dari Pusat dan dari Daerah. Hadir dari Pusat, Yanto Tarah, Pejabat Deputi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia dan rombongannya. Hadir pula, Direktur Urusan Agama Katolik Kementerian Agama RI, Sihar Petrus Simbolon dan jajarannya, perwakilan Direktorat Urusan Agama Kristen Kementerian Agama RI. Unsur-unsur aparatur negara dari Kabupaten Aceh Singkil, hadir pimpinan Kesbangpol, Kejaksanaan Negeri, Kepala Polres, Pimpinan FKUB, Kepala Kantor Kementerian Agama, pimpinan DANDIM (TNI) para aparatur sipil pemerintah kabupaten Aceh Singkil. 

Selain itu, Pembimbing Masyarakat Katolik dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Baron Pandiangan yang selama ini ikut memantau dinamika permasalahan pendirian rumah ibadat. Baron Pandiangan berharap, "mengingat PILKADA serentak yang mendekat, aparatur Pemerintah perlu memahami bahwa umat Katolik  akan sering berkumpul dalam rangka mempersiapkan masa Natal seperti Latihan Koor, Ibadah, dan lain sebagainya, itu bukan pengerahan massa".
 
Rumah Ibadah Katolik
Membaca dari lembaran Rekomendasi yang dikeluarkan Kabupaten Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil yang  dibagikan kepada peserta rapat, dari 11 rumah ibadah yang akan diberikan ijinnya, ada 3 rumah ibadat Katolik. Ketiga rumah ibadat Katolik tersebut adalah:  rumah ibadah Katolik Napagaluh Kecamatan Danau Paris, rumah ibadah Katolik Suka Makmur Kecamatan Gunung Meriah, dan rumah ibadah Katolik Mandumpang. 

Dari ketiga Rekomendasi ini, ada satu bunyi surat rekomendasi yang perlu dicermati semua pihak di Kabupaten Aceh Singkil yaitu Surat Rekomendasi Nomor: Kd. 01.14/01/HM.01/0322/2016  tertanggal 4 April 2016, demikian "Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil memerikan rekomendasi pendirian rumah ibadah Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Mandumpang bergabung menjadi satu tempat ibadat dengan Gereja Katolik Mandumpang". Penyatuan dua rumah ibadah yang berbeda unit organisasi pasti berpotensi menimbulkan masalah. (artikel ini sudah dipublikasin di website www.bimaskatolik.kemenag.go.id)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, Oktober 02, 2016

Paroki Santa Bernadet Tangerang Dianjurkan Mengajukan IMB Baru

Belajar dari kekalahan dan status hukumnya inkrah setelah Peninjauan kembali IMB rumah ibadat, Umat Katolik Paroki Santo Bernadet di Kecamatan Pinang Kota Tangerang dapat mengajukan permohonan baru Izin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadah dengan menyempurnakan persyaratan yang diperlukan sesuai peraturan berlaku.

Demikian salah satu kesimpulan rapat koordinasi yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik, HukumN dan Keamanan Republik Indonesia di Kantor Kesbangpol Pemerintah Kota Tangerang, di kota Tangerang pada Jumat (30/09/2016).

Sebelumnya, IMB rumah ibadah Paroki Santa Bernadet pernah diterbitkan oleh Pemerintah Kota Tangerang, namun digugat oleh kelompok masyarakat yang tidak setuju adanya bangunan gereja di daerah Pinang, dan gugatan tersebut dikabulkan oleh PTUN Serang pada Desember 2014. Lalu karena ada novum, umat Paroki   Santa Bernadet mengajukan Peninjauan Kembali (Kasasi) di PTUN Jakarta, namun kalah, pada Mei 2015 sebagaima dilansir pada website Mahkamah Agung.

Rapat yang dihadiri Asisten Deputi Menko Polhukam, Yanto Tarah mengharapkan agar masalah pendirian rumah ibadat tidak berlarut-larut, tapi cepat selesai, sebagaimana diharapkan dalam Program Nawacita Jokowi-JK bisa terwujud, antara lain, negara hadir melindungi warganya. "Hasil rapat ini akan kami sampaikan kepada Menkopolhukam. Pada intinya, masalah ini jangan berlarut-larut" tegas Asisten Deputi.

Rapat yang dipimpin Kepala Kesbangpol Kota Tangerang ini, Temmy Mulyadi, S.Sos, M.Si menghasilkan catatan bahwa sampai saat ini umat Paroki Santa Bernadet dapat beribadah di bawah tenda non permanen, dalam suasana aman, sambil menunggu proses selanjutnya.

Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya rapat koordinasi ini. "Atas nama Dirjen Bimas Katolik, kami ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Tangerang, Kesbangpol, FKUB, Aparat Keamanan (Polres Tangerang), dan semua pihak, dan teristimewa Kemenkopolhukam, sehingga rapat ini terlaksana dengan baik.  Semoga segera ada solusi atas masalah IMB rumah ibadat Paroki Santa Bernadet ini" demikian disampaikan direktur.

Rapat dimulai jam 9.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB ini dihadiri berbagai unsur. Dan perwakilan dari pemerinah pusat dan daerah. Selain dari Kemenkopolhukam, Direktorat Urusan Agama Katolik Kementerian Agama RI dan Kesbangpol Kota Tangerang, juga dihadiri perwakilan MUI kota Tangerang, Polresta, Kementerian agama kota Tangerang, perwakilan camat pinang, dan FKUB Tangerang. (pormadi)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Kamis, September 29, 2016

Persiapan Koordinasi Natal Bersama Umat Kristiani 2016

Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon menerima utusan dari Bupati Humbahas Provinsi Sumatera, yaitu Remon Pakpahan, Kabag Kesra Humbahas dan Rommel Silaban, Kabag Umum Setdakab Humbahas di ruang kerjanya, gedung Kementerian Agama RI Jalan MH Thamrin 6 Jakarta (Kamis, 29/9/2016)

Utusan Bupati Kabupaten Humbahas meminta arahan terkait persiapan dan koordinasi Panitia Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Nasional sesuai Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 498 Tahun 2016 tanggal 31 Agustur 2016 yang rencananya diselenggarakan di Kabupaten Humbahas, Provinsi Sumatera Utara.

Menurut SK Menteri Agama tersebut, Ketua Umum  Panitia Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Nasional tahun 2016 adalah Enggartiasto Lukito, yang sekarang menjabat Menteri Perdagangan RI.

Sihar Petrus Simbolon berharap Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Nasional tahun 2016 berjalan baik karena ada persiapan dan koordinasi yang baik lintas unit terkait. (pormadi)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Kamis, September 22, 2016

Memilih Pemimpin itu Gampang Kok!

Pesta demokrasi Pemilihan kepala daerah 2017 DKI Jakarta dan daerah-daerah lainnya tidak lama lagi. Memilih pemimpin itu gak usah repot-repot. Cukup melihat programnya, kata-kata dan perbuatannya. Jika programnya untuk kepentingan semua warga (umum), jika kata-kata dan perbuatannya selaras, maka pilihlah pemimpin yang seperti ini. Entah apapun suku, agama dan partaimu, pasti aman dan selamatm Mudahkan?

Sebaliknya, jika kita memilih calon pemimpin dimana programnya hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, misalnya, agama tertentu, kemudian kata-katanya tidak bisa dipegang, misalnya, kemarin bilang, hukum mati koruptor, besoknya, ditangkap KPK. Ini bahaya bagi bagi masyarakat yang bukan dari kelompok calon pemimpin itu. 

Jadi mau pilih yang pro kesejahteraan umum dan berintegritas  atau mau pilih‎ yang manis di mulut tapi pembohong dan hanya memperkaya keluarga dan kelompoknya! Silahkan direnungkan sendiri. 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Rabu, September 21, 2016

Yang Inipun Akan Berlalu (This too, shall pass)

This too shall pas - foto dari cdn.shopify.com


Saya pernah menerima pesan dari grup WA berbunyi "THIS TOO, SHALL PASS" _(Yang inipun, akan berlalu)

Ada seorang bijak mengenakan cincin bertuliskan "THIS TOO, SHALL PASS" _( dalam Bahasa Indonesia berarti “Yang inipun, akan berlalu”)

Awalnya sang bijak tidak terlalu paham dengan tulisan itu. Tapi suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, tak sengaja ia membaca tulisan di cincin itu *"YANG INI PUN AKAN BERLALU,"*

lalu ia pun menjadi lebih tenang Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu *"YANG INI PUN AKAN BERLALU,"* lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika kita mempunyai masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat : *"YANG INI PUN AKAN BERLALU "* Tidak ada satupun di dunia ini yang abadi.

Jadi, ketika kita punya *masalah*, jalanilah & janganlah terlalu bersedih. Demikian juga tatkala kita sedang senang, nikmatilah dan syukuri, jangan lupa diri.

Ingatlah, apapun yang kita hadapi saat ini, *semuanya akan berlalu*. Untuk itu : • Tetaplah SEJUK di tempat yang Panas.. • Tetaplah MANIS di tempat yang begitu Pahit.. • Tetaplah merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar.. dan • Tetaplah TENANG di tengah Badai yang paling Hebat.. Semua yg ada di dunia ini tak ada yang abadi, kecuali yang Empunya Kehidupan yakni Allah.

Hidup kita juga akan berlalu. Kita akan menghadapi kematian. Kematian harus kita hadapi, entah kapanpun dia dating.

Kematian adalah suatu kenyataan tak terhindarkan dari kehidupan kita, tanpa pandang usia atau kedudukan dalam masyarakat. Koran dan media komunikasi lain menyajikan kepada kita berita-berita harian mengenai kematian, yang kadang-kadang terjadi begitu keji dalam bentuk pembunuhan, pemerkosaan, pembunuhan bayi, aborsi, terorisme dan peperangan.

Sepanjang sejarah para penyair, ahli filsafat dan ahli-ahli agama telah berusaha untuk sedikit memahami kenyataan dan misteri kematian. Seorang penyair Inggris yang hidup di Abad 16 dan 17, John Donne, pernah menulis bahwa kematian mengajarkan kita akan ciri kemanusiaan kita sendiri. “Tidak perlu mencari tahu untuk siapa lonceng kematian itu berbunyi. Lonceng itu berbunyi untuk anda. Tidak seorang pun lepas dari nasib itu”.

Menurut Gereja, misteri kematian dikaitkan dengan kebangkitan Kristus. Kepercayaan kepada kebangkitan Yesus merupakan titik tolak dari keyakinan Gereja, bahwa maut tidak akan berkuasa lagi. Iman dan pengharapan religius semacam inilah yang menjiwai pandangan kita mengenai kematian.

Salah satu pandangan positif terkait kematian berasal dari Santo Paulus. Menurut Santo Paulus, hidup dan mati seseorang adalah milik Allah dan Dia sendiri yang menghendaki agar semua orang memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Hanya Dia yang berhak menentukan kapan orang harus mengakhiri hidupnya. Di kesempatan lain, Paulus mengatakan, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp 1:21). “Benarlah perkataan ini: jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia (2Tim 2:11)

Memang, pada saatnya nanti, orang harus mempertanggungjawabkan hidupnya kepada yang memberikan, yaitu Tuhan. Oleh sebab itu, orang tidak dapat mengatakan “hidup adalah hidupnya sendiri, mati matinya sendiri”. Tuhan Yesus yang rela mati di kayu salib dan bangkit kembali adalah demi keselamatan umat manusia yang diberi hidup. Sia-sialah pengorbanan Tuhan Yesus yang begitu mengasihi manusia apabila hidup ini tidak dihargai.

Dalam Injil Matius dikisahkan tentang kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Kebangkitan yang membawa kemenangan atas maut. Kebangkitan Yesus inilah yang menjadi inti dasar iman dan harapan kita, bahwa siapapun dari kita,keluarga kita yang sudah dipanggil menghadap Tuhan, kelak ikut dibangkitkan pula bersama dan tinggal bersama-Nya.

Hanya iman dan pengharapanlah yang dapat mengalahkan ketakutan kita terhadap kematian. Allah memerintahkan kita untuk mengambil bagian dalam hidup ilahi yang tanpa akhir, yang tak kenal binasa. Yesus telah mengalahkan semua itu bagi kita dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Maka ingatlah akan Yesus Kristus sang Jalan, Kebenaran dan kebangkitan kehidupan. Dan ingatlah, bahwa semua yang ada di dunia, milik kita akan berlalu, sementara. This too shall passs! AMIN (Pormadi Simbolon)

Kamis, September 01, 2016

Perlu Penguatan Keberadaan Lembaga Agama Katolik

"Identitas Lembaga Agama Katolik itu penting!" demikian dikatakan Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon ketika berkunjung kantor Keuskupan Agung Semarang, Kamis (25/08) di Semarang. 

Pejabat Bimas Katolik Kementerian Agama RI tersebut diterima oleh Romo Triyatmoko, Sekretaris Keuskupan Agung Semarang dan Romo Ari, Ekonom Keuskupan Agung Semarang beserta Kusuma Aji dan pegawai Keuskupan Agung Semarang lainnya. 

Sambutan hangat dari Pejabat Keuskupan Agung Semarang membuat suasana dan pembincaraan semakin akrab. Dalam suasana santai dan sambil minum teh dan makan snack ringan, dialog dan diskusi seputar Lembaga Gereja Katolik sebagai lembaga badan hukum dan terkait registrasi rumah ibadat berlangsung dalam suasasana kekeluargaan.  

Dalam kesempatan itu, Sihar Petrus Simbolon menegaskan bahwa Lembaga Gereja Katolik sebagai lembaga badan hukum harus jelas identitasnya di pemerintahan (lingkup negara). Untuk itu perlu penguatan (declaration) keberadaan lembaga gereja katolik sebagai lembaga badan hukum. Deklarasi itu dikuatkan lewat Surat Keputusan yang dikeluarkan Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik. 

Lebih lanjut dalam penjelasannya, penguatan (deklarasi) lembaga agama Katolik sebagai lembaga badan hukum mendapat sambutan dan dukungan positif dan sudah dirasakan manfaatnya oleh beberapa lembaga agama Katolik misalnya di Keuskupan Manado, Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Medan.

Pada hakekatnya, penguatan lembaga agama Katolik merupakan implementasi Nawacita Jokowi-JK, bahwa negara harus hadir di tengah masyarakat, termasuk umat beragama Katolik. Bentuk konkritnya adalah penguatan dan peneguhan (to declare)  keberadaan struktur/lembaga Gereja Katolik sebagai lembaga  badan hukum yang dapat memiliki tanah dengan hak milik sesuai dengan UU Agraria Nomor 5 Tahun 1960. Lembaga Badan Hukum itu antara lain Keuskupan Agung, Keuskupan, Prefektur, Paroki, Stasi, Seminari, Badan atau Yayasan (yang merupakan terjemahan dari "Kerk en Arm Bestuur"), dan Ordo/Kongregasi Biarawan-Biarawati (Departemen Dalam Negeri, Keputusan Dirjen Agraria dan Transmigrasi Nomor 1/Dd AT/Agr/67 tanggal 13 Pebruari 1967).

Direktur Urusan Agama Katolik juga menegaskan kehadiran negara akan dirasakan umat ketika Rumah Ibadat Katolik dilindungi dan dikuatkan melalui registrasi rumah ibadat Katolik di Kementerian Agama RI. Selain tujuan perlindungan dan pendaftaran, rumah ibadat dapat memperoleh bantuan dari Pemerintah di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan. Hal ini bisa terwujud bila rumah ibadat mempunyai kekuatan hukum melalui Registrasi di Pemerintah (Kemenag).

Romo Triyatmoko, Sekretaris Keuskupan Agung Semarang menyambut baik maksud kedatangan  dan penjelasan Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon dan rombongannya (Bimas Katolik Pusat dan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah) terkait pentingnya penguatan lembaga Gereja Katolik sebagai lembaga badan hukum. Romo Triyatmoko  mengatakan bahwa Keuskupan Agung Semarang akan menyiapkan bahan-bahan yang perlu untuk penguatan lembaga-lembaga agama Katolik yang ada di Keuskupan Agung Semarang agar di-SK-kan oleh Pemerintah. 
Hal senada juga diamini Romo Ari, Ekonom Keuskupan Agung Semarang. "Saya akan sampaikan apa yang dijelaskan Sihar Petrur Simbolon ini pada Acara Pertemuan  terkait kepentingan Keuskupan di wilayah Solo, Jawa Tengah, pada jam 14.00, hari Kamis, 25 Agustus 2016" tegas Romo Ari.

Pada kesempatan tersbut, Sihar Petrus Simbolon sebagai Direktur Urusan  Agama Katolik menyerahkan Sura Keputusan (SK) Direktur Jenderal Bimas Katolik tentang Registrasi Rumah Ibadat Katolik di Provinsi Jawa Tengah kepada Romo Triyatmoko mewakili pihak Keuskupan Agung Semarang. Acara kunjungan Pejabat Bimas Katolik Kementerian Agama itu diakhiri dengan ramah tamah, makan siang bersama di ruang makan Wisma Keuskupan Agung Semarang. (pormadi).


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

my play list


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com

MENIKAH

MENIKAH
Pormadi dan Tjuntjun menikah 08 Juli 2007 lalu di Jakarta. Selamat ya, semoga menjadi keluarga bahagia seumur hidup.